Kenali Penyakit Ginjal Karena Kurang Minum Air

Dharmeizar, Sp.PD-KGH, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) menyatakan jika penyakit ginjal kronik disebabkan oleh bermacam-macam faktor, beberapa di antaranya adalah menderita sakit batu saluran kemih, diabetes mellitus, hipertensi, dan glomerulonephritis atau peradangan di bagian ginjal yang berfungsi sebagai penyaring. Faktor gaya hidup juga bisa menjadi penyebab fungsi ginjal akan terganggu. Apabila ginjal sudah rusak, bukanlah tidak mungkin orang tersebut akan menderita penyakit jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer.

 

 

Sama seperti kanker, tidak ada gejala awal bagi penderita penyakit ginjal. Namun jika sudah memasuki stadium 4 atau 5 barulah penderita merasakan gejala-gejala seperti mual, mudah letih, atau nafsu makan yang menurun drastis.

Parahnya lagi, jika penderita sakit ginjal sudah memasuki stadium kronis, penyakit ini sudah tidak bisa disembuhkan sehingga penderitanya harus melakukan berbagai macam terapi dan pengobatan yang biayanya tidak sedikit. Ginjal memiliki fungsi yang sangat penting yaitu menyaring cairan di dalam tubuh, di mana zat (nutrisi) yang berguna bagi tubuh akan diserap melalui peredaran darah adapun zat yang tidak berguna dan bersifat racun akan disaring untuk dibuang keluar tubuh melalui proses pembuangan.

Dalam menyaring, organ ginjal sangat membutuhkan air agar bisa berfungsi dengan baik. Apabila kondisi tubuh kekurangan cairan mengakibatkan ginjal menjadi bekerja terlalu keras, sehingga membahayakan ginjal.

Jadi, bagaimana agar ginjal tetap sehat?

Tentu saja dengan pola hidup sehat dan minum air yang cukup. Bagaimana cara mengetahui berapa banyak air yang diperlukan tubuh? Yang benar adalah dengan menimbang berat badan.  Setiap orang mempunyai berat badan yang berbeda-beda sehingga kebutuhan airnya juga berbeda. Sebagai contoh, jika berat 60 kg, maka jika dibagi dengan 30, berarti air yang perlu diminum adalah 2 liter. Apabila beratnya 80 kg, maka 80 : 30 = 2,6, berarti Kawan Kangaroo perlu minum 2 liter 600 ml air per-hari. Sementara untuk berat badan 45 kg, air yang perlu diminum adalah 1,5 liter per-hari.

 

Tetapi harus diingat jika air yang diminum tidak boleh sembarangan air, Kangaroo mempunyai air purifier dengan teknologi ORP (Oxidation-Reduction Potential), yang berarti struktur air sudah diperkecil hingga menjadikan air kembali ke bentuk air murni atau sama dengan air heksagonal. Air heksagonal mempunyai perbedaan dengan air biasa.  Perbedaan ini berpengaruh terhadap berjalannya reaksi biokimia. Air heksagonal yang membentuk kelompok kecil dan stabil amat menguntungkan untuk kesehatan tubuh manusia, yaitu lebih mudah masuk ke dalam sel tubuh, mengaktifkan proses metabolisme sel, dan menghasilkan lebih banyak energi, selanjutnya dia juga lebih efektif melarutkan dan membuang zat sisa metabolisme.

Cairan tubuh manusia terdiri dari tiga golongan, air heksagonal menempati porsi terbesar yaitu 62% sedangkan air pentagonal hanya 24% dan sisanya 14% berbentuk tehtahedral yang terkait satu sama lain sebagai membentuk rantai. oleh karena itu tubuh kita sangat membutuhkan air heksagonal. Penurunan air heksagonal dalam tubuh hingga 50-60% akan menyebabkan kematian.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *